BUKU PANDUAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DENGAN METODE PROGRAM INSTRUKSIONAL
Thursday, January 22, 2009 1:59
BAB I
PENDAHULUAN
Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator. Yang terpenting dalam pembelajaran, terjadinya proses belajar (learning process).
Seseorang dikatakan berhasil dalam belajar jika memenuhi ciri-ciri berikut: (1) ia menyadari jika sedang belajar. Siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar, timbul dalam dirinya motivasi-motivasi untuk memiliki kompetensi/pengetahuan yang diharapkan sehingga tahapan-tahapan dalam belajar sampai kompetensi/pengetahuan itu dimiliki secara permanen (retensi) betul-betul disadari sepenuhnya. (2) hasil belajar diperoleh dengan adanya proses. Kompetensi/pengetahuan diperoleh tidak secara spontanitas, instant, namun bertahap (sequensial). Seorang anak bisa berhitung tentu tidak diperoleh hanya dalam waktu sesaat namun berproses cukup lama, kemampuan menghitung diawali dengan membaca lalu kemampuan mengeja, mengenal angka, tanda baca dan kalimat matematika. Seseorang yang tiba-tiba memiliki kecakapan seperti berenang dengan kecepatan tinggi karena akibat doping, bukanlah hasil dari kegiatan belajar, namun efek dari obat atau zat kimia yang dikonsumsinya. (3) Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi. Seorang siswa akan lebih cepat memiliki pengetahuan karena bantuan dari guru, pelatih ataupun instruktur. Dalam hal ini terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan guru.
Komunikasi terjadi karena ada media yang menjadi perantara antara siswa dan guru. Media merupakan bagian dari proses komunikasi. Kualitas sebuah komunikasi ditunjang oleh penggunaan saluran dalam komunikasi tersbut. Saluran/channel yang dimaksud di atas adalah media. Karena pada dasarnya pembelajaran merupakan proses komunikasi, maka media yang dimasuk adalah media pembelajaran.
Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu dan sumber belajar, Edgar Dale mengadakan klasifikasi menurut tingkat dari yang paling kongkrit ke yang paling abstrak.

Gambar 1 - kerucut pengalaman Edgar Dale
Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama “kerucut pengalaman” dari Edgar Dale dan pada saat itu dianut secara luas dalam menentukan alat bantu yang paling sesuai untuk pengalaman belajar.
Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan media, sehingga fungsi media selain sebagai alat bantu juga berfungsi sebagai penyalur pesan. Kemudian dengan masuknya pengaruh teori tingkah laku dari B.F. Skinner, mulai tahun 1960 tujuan belajar bergeser ke arah perubahan tingkah laku belajar siswa, karena menurut teori ini membelajarkan orang adalah merubah tingkah lakunya. Pembelajaran terprogram (pengajaran berprograma) adalah merupakan produk dari aliran Skinner ini.
BAB II
PEMBAHASAN
Perkembangan dunia pendidikan sungguh luar biasa dengan didukung kemajuan Teknologi Informasi. Teknologi Informasi membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Teknologi Informasi membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran dengan didukung oleh:
1. analisa pengetahuan dan keterampilan siswa dengan benar.
2. mempertimbangkan perbedaan pengetahuan dan keterampilan siswa.
3. tujuan pembelajaran harus spesifik
4. mengembangkan kemampuan berpikir anak
5. lingkungan belajar yang kondusif
6. kenyataan kehidupan sehari-hari siswa
7. praktek yang relevan
8. umpan balik yang benar
Komputer sebagai sarana interaktif merupakan salah satu bentuk pembelajaran terprogram (Programmed Instrduction), yang dilandasi hukum akibat (Law of Effect). Dalam hukum akibat asumsi utama yang diyakini ialah: tingkah laku yang diikuti dengan kesenangan, kemungkinannya untuk dilakukan atau diulang dibandingkan tingkah laku yang tidak disenangi.
Berdasarkan Hukum Akibat ini muncullah teori S-R (yang meliputi (Stimulus, Response dan Reinformance). Pembelajaran dengan teori ini dilakukan cara siswa diberi pertanyaan sebagai stimulus, kemudian ia memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan.
Selanjutnya oleh komputer respons siswa ditanggapi dan jika jawabannya benar komputer memberikan penguatan. Jika salah komputer memberikan pertanyaan lain yang memuat dorongan untuk memperbaiki jawaban siswa, hal ini sangat mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan komputer, dalam hal ini komputer berfungsi sebagai tutor.
Hal ini sangat membantu dalam memudahkan anak belajar, khususnya memahami materi khusus yang membutuhkan jawaban-jawaban langsung. Minimal, anak dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dengan benar saat dilaksanakan evaluasi.
Di perkotaan, mungkin sebagian besar siswa mempunyai komputer. Tetapi kita juga harus ingat bahwa di pelosok pedesaan, jarang siswa yang mempunyai komputer. Pilihan yang lebih realistis mungkin media cetak, buku pelajaran atau Buku panduan.
Buku panduan atau buku pelajaran masih dibutuhkan selama siswa belum mempunyai alternatif lainnya (jika internet mudah diakses dan murah digunakan).
Keuntungan menggunakan buku panduang atau buku pelajaran adalah:
1. tersedia dalam berbagai topik dan berbeda formatnya.
2. fleksibel terhadap berbagai tujuan dan sesuai di berbagai lingkungan.
3. mudah dibawa kemanapun
4. mudah digunakan oleh siapapun
5. ekonomis
Keterbatasan menggunakan buku panduang atau buku pelajaran adalah:
1. tingkatan/kemampuan baca seseorang
2. kecenderungan hanya untuk dihapal
3. banyaknya kosakata baru yang tidak dikenal artinya
4. satu arah komunikasi
5. determinasi kurikulum yang menonjol
6. kemungkinan menyajikan informasi yang salah jika tidak selektif
Jadi, dapat dikatakan hingga saat ini, buku memang sebagai bahan bacaan utama. Buku hanya menyajikan informasi dan fakta. Dalam tugas ini, penulis mencoba membuat buku sebagai panduan/tutor bagi pembacanya.
Sebagai tutor, buku panduan digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan ide. Dalam hal ini, siswa berinteraksi dengan buku panduan yang prosesnya sebagai berikut:
1. Buku panduan menampilkan suatu informasi.
2. Siswa menjawab pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan informasi yang diberikan.
3. Kemudian Buku panduan mengevaluasi jawaban siswa.
4. Akhirnya Buku panduan menentukan apakah yang harus diperbuat siswa selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi pada jawaban siswa tersebut.
Akan dilampirkan contoh buku panduan dengan metode Program Instruksional untuk segala tingkatan, SD, SMP, SMA ataupun para pekerja.
BAB III
KESIMPULAN
Jika guru sedang mempresentasikan sesuatu kepada pendengar, akan lebih efektif jika pendengar juga dibagikan hasil cetakan makalah presentasi. Jika guru sedang mengadakan test, lebih efisien jika guru mengadakan secara digital juga secara tertulis. Siswa mempunyai dokumen/portofolio untuk dilihat atau dipelajari dikemudian hari.
Siswa lebih mudah mengikuti pembelajaran dan memahami materi yang bersifat abstrak menjadi konkrit. Jadi bahan cetak (printed material) jika digunakan secara terintegrasi akan membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
1. Nandika, Dodi MS, “Menata Sistem Perbukuan”, internet www.kompas.com, Jumat, 19-Mei-2006, 09:08:07
2. Smaldino, Sharon E, 2008, “Instructional Technology and Media for Learning”, Merrill Prentice Hall, Ohio
3. Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4. Makalah Kuliah Dr. Purwanto
5. Makalah Kuliah Prof. Dr. Sudarsono Sudirdjo
MATAKULIAH:
PENGEMBANGAN
SUMBER BELAJAR
BUKU PANDUAN SEBAGAI
SUMBER BELAJAR DENGAN METODE
PROGRAM INSTRUKSIONAL
Dosen Pembimbing:
Dr. Purwanto
Disusun oleh:
Iwan Hendrawan
7116070010
Teknologi Pendidikan
Program Pasca Sarjana
Universitas Negeri Jakarta
2009
(Lampiran BUKU PANDUAN MEMBUAT EMAIL saya email ke Bapak karena ukuran file yang besar.)
Viewed 333564 times by 5381 viewers
GoeNDoeL says:
February 3rd, 2009 at 9:01 am
numpang promosi bos